Mie Lethek, Jangan Dilihat dari Luarnya

Jogjania | 24 Agustus 2017 | #Kuliner

Jika biasanya mie berwarna kuning cerah atau putih bersih, maka tidak dengan mie lethek. Mie lethek merupakan mie produksi masyarakat Srandakan, Bantul, yang berbahan dasar tepung tapioka dan gaplek. Meski warnanya tidak menarik, rasa mie lethek yang diolah menjadi mie rebus atau mie goreng ternyata cukup menggoda.

Sesuai namanya “lethek” yang dalam bahasa Jawa berarti kotor, warna mie lethek memang lethek sehingga tidak membangkitkan selera. Namun justru karena warnanya yang lethek itulah mie ini jadi melegenda.

Mie lethek biasa di olah menjadi mie lethek goreng, mie lethek rebus, hingga dijadikan campuran nasi goreng atau magelangan. Paling enak jika dimasak di atas tungku anglo berbahan bakar arang lalu dicampur dengan beragam bumbu seperti bawang putih, kemiri, merica, dan garam. Tambahkan telur bebek atau telur ayam kampung dan juga suwiran daging ayam.

Untuk menikmati seporsi olahan mie lethek goreng, mie lethek rebus, atau mie lethek magelangan yang lezat, kalian dapat mengunjungi warung-warung di bawah ini:

Mie Lethek Mbah Mendes di Jln Ring Road Timur (Barat Pertigaan Maguwoharjo), Sorobayan, Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul (Jln. Parangtritis km 22).

Mie Lethek Kang Sum, bekas Pasar Imogiri, Bantul (dekat Kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri).

Foto : @yusupbambang