6 Pilihan Oleh-Oleh Makanan dari Jogja

Jogjania | 12 April 2017 | #Kuliner

Tanggal 14 April 2017 mendatang akan ada libur panjang alias long weekend nih. Terhitung sejak hari Jumat dan dilanjutkan hari Sabtu, Minggu, kita semua bisa puas liburan. Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi liburan favorit terutama di Indonesia tentu akan diserbu banyak wisatawan. Nah, tak hanya tempat wisata, tempat oleh-oleh ternyata juga kebanjiran pengunjung. Buat kalian yang baru pertama kali ke Jogja atau bingung mau beli buah tangan apa, berikut ada sejumlah rekomendasi untuk kalian.

 

 

 

Bakpia

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Bakpia termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa, yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathuk (Pathok), Yogyakarta, sehingga dikenal dengan sebutan Bakpia Pathuk. Mengingat masyarakat Yogyakarta mayoritas beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Di kampung Pathuk, dulunya penduduk tidak mengenal istilah merk, sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel nomor rumah produsen, misalnya nomor 75, 25, 531, 125, dan lain sebagainya. Lalu muncul beberapa merek bakpia yang bukan dari nomor rumah, seperti Djava, Ayu, Vista, Kurnia Sari, dan lain-lain. Kalian bisa membeli bakpia terutama di daerah Pathuk maupun di sejumlah toko oleh-oleh di Yogyakarta.

Geblek

Geblek merupakan makanan khas dari Kulon Progo yang terbuat dari tepung kanji atau tepung tapioka ditambah bawang putih dan garam. Makanan ini bentuknya bulat membentuk angka delapan dan teksturnya yang kenyal. Walaupun terbuat dari bahan yang sederhana, namun proses membuatannya membutuhkan ketelatenan yang cukup. Dalam proses pembuatannya, pertama tepung kanji kukus sampai memadat dan tidak sampai matang. Kemudian ditiriskan dan diplintir berbentuk lonjong dan dibumbui dengan garam. Lalu dikukus lagi sebentar, sekitar kurang lebih 10 menit. Kemudian ditiriskan lagi dan dibumbui dengan bawang putih yang sudah dihaluskan. Setelah itu dibentuk seperti angka delapan dan digoreng. Geblek sangat cocok bila disajikan selagi hangat karena bila dingin akan terasa keras dan sangat alot. Untuk menikmati geblek ini kita juga bisa menyantapnya bersama dengan besengek tempe benguk dan segelas teh hangat. Geblek cocok dijadikan sebagai oleh-oleh karena makanan ini bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama, sekitar empat hari walaupun tanpa bahan pengawet. Kalian bisa mendapatkan geblek di daerah Kulon Progo dan sejumlah toko oleh-oleh di Yogyakarta.

Geplak

Geplak adalah salah satu makanan khas dari Bantul, Yogyakarta yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah atau gula pasir. Bentuknya yang unik dan rasanya yang khas membuat makanan ini sangat di gemari oleh masyarakat dan jadi salah satu icon kuliner kota Bantul. Bentuknya khas yakni bulat dan warnanya brmacam-macam. Parutan kelapa dan rasanya yang manis memberikan cita rasa khas pada makanan satu ini. Dalam proses pembuatan geplak, pertama daging kelapa direndam ke dalam air kelapa sampai minyaknya hilang. Kemudian daging kelapa itu dicuci bersih dan di parut. Parutan tersebut kemudian dimasak bersama dengan gula dan juga pewarna makanan. Kemudian didinginkan dan di bentuk bulat dan di kemas. Geplak ini biasanya di kemas menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu dan dalam satu kemasan besek biasanya berisi banyak geplak berwarna-warni seperti merah, kuning, hijau, putih dan coklat. Dalam segi rasa geplak yang awalnya hanya rasa gula tebu dan gula jawa, kini ada berbagai rasa seperti rasa jahe, kacang, strawbarry, durian dan lain-lain. Kalian bisa mendapatkan geplak di daerah Bantul dan di berbagai toko oleh-oleh di Yogyakarta.

Jogja Scrummy

Jogja Scrummy adalah kue berlapis perpaduan antara puff pastry dan brownies kukus dibawahnya yang memiliki filling berbagai rasa. Varian rasa yang dapat dipilih yaitu Keju, Coklat, Srikaya, Mangga, Caramel dan Taro/Talas. Jogja Scrummy adalah inovasi baru yang dibuat khusus sebagai salah satu pilihan oleh-oleh Kota Yogyakarta yang dimilikiolh artis Dude Herlino. Jogja Scrummy menjadi spesial karena Jogja Scrummy hanya ada dan eksklusif di Jogja. Dude Harlino memilih Jogja karena Jogja mempunyai keunikan tersendiri mulai dari budayanya, sejarahnya, agamanya, sosialnya dan wisatanya. Kalian bisa mendapatkan Jogja Scrummy ini di empat lokasi di Jogja seperti di Jalan Kaliurang, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Jogonegaran dan Jalan Laksda Adisucipto.

Gudeg

Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek. Ada berbagai varian gudeg, antara lain: -Gudeg kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang. -Gudeg basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer. -Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih.

Yangko

Yangko adalah makanan khas Yogyakarta atau tepatnya Kotagede yang terbuat dari tepung ketan. Nama yangko diyakini berasal dari kata kiyangko terbuat dari adonan tepung ketan yang dibalut tepung gula dengan rasa manis dan khas karena ada unsur gurihnya. Yangko biasa berbentuk kotak dan didalamnya telah diisi oleh isi kue berupa kacang. Pada rasa aslinya, Yangko berisi campuran cincangan kacang dan gula, seperti kue moci asal Jepang. Bedanya, moci lebih lembek dan lebih kenyal daripada yangko. Selain rasa aslinya, yangko juga punya rasa buah-buahan, seperti strawberry, durian, dan melon.