Surga Kuliner Tersembunyi yang Bisa Kamu Temui Saat Blusukan ke Jogja

Jogjania | 15 Januari 2016 | #Kuliner

Bagi para pemburu kuliner, lokasi yang susah di capai tidak membuat mereka berhenti mencari kenikmatan yang selama ini mungkin sudah menyebar ke telinga masyarakat. Bagi warung kuliner itu sendiri, jika memang sudah mempunyai reputasi yang bagus, meski tempatnya tidak berada di pinggir jalan raya orang akan datang sendiri untuk mencarinya, meski harus dengan blusukan bahkan sampai nyasar. Alih-alih ada di lokasi strategis agar mudah dijangkau konsumen, sejumlah tempat makan ini malah mblusuk ke dalam kampung. Rasa yang telah teruji dan layanan yang bersahabat mungkin adalah kunci larisnya sejumlah kuliner ini.

Enthog Slenget Kang Tanir, Turi

Slenget dapat diartikan tersambar. Disebut demikian karena kuliner Jogja yang satu ini akan menyambar lidah dan mengucurkan keringat para penikmatnya. Tempat makan ini berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman tepatnya sebelah Timur Jembatan Sempor.Dalam sehari, Kang Tanir dapat menghabiskan 12 hingga 15 ekor entok. Jangan kira daging entok sebanyak ini akan habis dalam waktu seharian.Karena walaupun warung ini buka dari pukul 16.30 WIB, tiga kedepan mungkin kamu belum beruntung untuk menikmati satu porsi Enthog Slanget Kang Tahir.

Gudeg Pawon

Gudeg hampir selalu difavoritkan untuk dinikmati sebagai sarapan pagi. Karena itu, gudeg yang dijual waktu malam cukup bisa dihitung dengan jari. Keunikan dari gudeg pawon ini adalah disajikan langsung dari pawon (Jawa) yang arti dalam bahasa Indonesianya adalah dapur. Pembeli disini akan berdiri antri untuk mengambil gudeg di dapurnya langsung. Sembari antri kita bisa melihat proses pembuatan gudeg secara langsung. Gudeg yang berlokasi di Jl. Janturan No. 36, Warungboto, Umbulharjo ini baru akan dibuka pada pukul 22.00 WIB, namun jangan coba datang tepat pukul 22.00 atau lebih jika tidak mau antri lama.

Bakmi Bantul Mbah Mo

Jika bicara mengenai bakmi jawa enak di Jogja, Mbah Mo lah salah satu ikonnya. Pelanggannya tidak cuma masyarakat biasa, namun juga banyak artis yang datang untuk menikmati kuliner bakmi Jawa yang satu ini. Warung Bakmi Mbah Mo ini mulai melayani para pengunjungnya mulai jam 5 sore hari. Jika Anda sudah sering makan bakmi goreng, mungkin Anda akan merasa heran dengan bakmi goreng yang disajikan di warung Bakmi Mbah Mo. Jika biasanya bakmi goreng berwarna coklat karena dicampur dengan kecap, sedangkan bakmi goreng di warung Bakmi Mbah Mo warnanya pucat karena memang tidak diberi kecap.

Belut Pak Sabar, Bantul

Jika berurusan dengan belut, tampaknya Pak Sabar yang jadi juara. Apalagi bila sudah dipadupadankan dengan sambel bawang yang pedas menggigit. Lokasi warungnya terselip di daerah Selatan Jogja tepatnya di JL. Imogiri Barat, Km. 6, Tamanan, Kec. Bantul. Menu favorit yamng biasa dipesan adalah belut goreng, sambel belut, dan kuthok (ikan gabus) goreng dipadukan dengan teh nasgitel (panas, legi, kentel).

Ingkung Mbah Cempluk

Ingkung memiliki arti utuh, sehingga ayam ingkung berarti ayam yang disajikan satu badan. Dengan tiga pilihan, kukus, goreng dan panggang, menu yang biasanya berada di dalam acara syukuran atau peringatan sebagai sesaji, kini bisa dinikmati kapan pun. Jika Anda terbiasa menyantap daging ayam per bagian, seperti paha, dada, atau sayap, maka cobalah pengalaman menyantap ayam yang disajikan dalam kondisi utuh. Tidak utuh seratus persen tentu, karena bagian jeroan, seperti ati, ampela, usus, dan lainnya telah dikeluarkan dan bisa diolah menjadi hidangan pendamping.

Mangut Lele Mbah Marto

Mangut Lele Mbah Marto ini konsepnya mirip dengan Gudeg Pawon, jadi menu makanan akan langsung dihidangkan langsung di dapur. Suasana yang klasik dan sederhana membuat kita berasa makan di kampung halaman tepatnya di rumah Kakek/ Nenek kita di kampung. Rasa mangut lele di warung yang berlokasi di Dusun Ngireng-ireng, Saraban, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta ini tentu sudah perlu tidak diragukan lagi, dijamin bikin ketagihan. Warung ini ramai dikunjungi di pagi hari saat jam sarapan dan menjelang makan siang.