Masjid Gedhe Bagian 1 : Sejarah Dibangunnya Masjid Gedhe Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Jogjania | 24 Mei 2017 | #Serba-Serbi

Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, maka instajogja akan membahas tentang Kagungan Dalem Masjid Gedhe. Kita akan membahas dimulai dari sejarah, fungsi, arsitektur dan kegiatan di Masjid Gedhe yang kini dikenal sebagai Masjid Agung Kauman.

Keraton Yogyakarta mulai membangun Kagungan Dalem Masjid Gedhe pada Ahad Wage, 29 Mei 1773 M/6 Rabi’ul Akhir 1187 Hijriah/Alip 1699 J. Pembangunan Masjid Gedhe diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat selaku Penghulu Keraton.

Perancang masjid utama Kesultanan ini adalah Kyai Wiryokusumo.

Masjid Gedhe adalah salah satu Masjid inti Kasultanan (Masjid Keprabon) selain Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Masjid Panepen di dekat kediaman Sultan, Masjid Suronatan di Rotowijayan dan Masjid Keputren.

Hingga saat ini telah dilakukan beberapa kali renovasi pada Masjid Gedhe yakni penambahan serambi dan tempat untuk meletakkan gamelan sekaten/pagongan (1775 M), pembangunan pintu gerbang/regol gapura (1840 M), perluasan serambi setelah bencana gempa (1867 M), penambahan gardu penjaga di kanan kiri regol gapura (1917 M), dan perombakan atap serta lantai dengan menggunakan seng, tegel kembang dan marmer Italia (1933 M).

Sumber : @kratonjogja_