Semangkuk Jenang untuk Mengawali Hari

Jogjania | 05 Juni 2017 | #Kuliner

Siapa yang kalau pagi males makan nasi? Mungkin kalian bisa nyoba buat sarapan pake jenang. Istilah jenang itu bisa dibilang bubur yang manis. Jadi kalo orang bilang mau beli jenang, itu maksudnya bubur tapi mania, sedang kalo bubur aja biasanya identik dengan bubur yang asin.

Di Pasar Beringharjo banyak penjual aneka jenang, yang pertama jenang Rangrang. Jenang ini berwarna kuning, terbuat dari ketan, dan sekilas memang terlihat seperti kumpulan semut Rangrang. Rasanya manis dan terdapat sensasi rasa jahenya.

Kemudian yang warna merah adalah bubur mutiara. Bukan mutiara dari tiram terus dibikin bubur, tapi terbuat dari sagu yang dibentuk bulat-bulat kecil mirip mutiara dan asanya manis.

Bubur yang berwarna coklat adalah bubur Ubi-Nangka-Kelapa. Dari namanya sudah jelas bahwa bahannya adalah ubi jalar (ketela), nangka, dan kelapa muda. Rasanya manis juga.

Bubur-bubur ini biasa dimakan bareng Bubur Sumsum yang berwarna putih yang terbuat dari tepung beras. Rasanya gurih, biasanya ditambahi juruh (gula merah yang dicairkan).

Waah, nampak menggoda ya teman-teman. Berminat mencoba ?

Photo © siannakaur