Candi Banyunibo, Kecil Namun Cantik

Jogjania | 15 Juni 2017 | #Tempat Wisata

Nama Banyunibo diambil dari bahasa jawa yang berarti air jatuh. Dinamakan demikian karena oleh yang memberi nama, candi ini nampak seperti air yang terjatuh.

Banyunibo adalah bangunan sejarah dari abad ke-9,  dibangun pada masa Mataram Kuno.

Terletak di daerah Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, candi ini buka setiap hari dari pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Jika ditinjau dari aspek arkeologisnya, Candi Banyunibo merupakan sebuah gugusan candi yang terdiri atas satu candi induk dan enam candi perwara yang terletak di sisi selatan dan timur candi. Candi induk Banyunibo menghadap ke barat dan mempunyai tiga bagian candi yaitu kaki-tubuh-atap.

Dinding luar candi dihiasi dengan relief Bodhisattwa dan Dewi Tara. Pada dinding pintu masuk terdapat relief kisah Dewi Hariti. Bilik Candi (Garbhagrha) saat ini kosong. Terdapat tiga buah relung di sisi utara, timur dan selatan. Relung ini diperkirakan dulunya terdapat arca Buddha atau Bodhisattwa.

Candi Banyunibo menjadi salah satu candi agama Buddha yang letaknya di area Bukit Siwa bersama Candi Sojiwan. Saat ini Candi Banyunibo dalam perawatan dan pengawasan @bpcb_diy.

Jadi sudahkah kamu berkunjung ke Candi Banyunibo? Jika belum, yuk agendakan bersama teman-teman. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan jangan merusak bangunan candi ya.

Sumber : @malamuseum