Nostalgia dengan Sebotol Sarsaparilla

Jogjania | 08 Juli 2017 | #Kuliner

Bagi penikmat kuliner terutama kuliner Jawa, kebanyakan telah mengetahui minuman yang satu ini, limun sarsaparilla atau yang dikenal dengan nama saparella. Sarsaparilla merupakan limun khas Jogja yang berwarna ungu kecoklatan. Minuman yang di hasilkan dari tanaman Sarsaparilla yang menurut cerita adalah minuman para raja-raja pada masanya. Minuman ini merupakan soda hasil fermentasi air tanaman sarsaparilla yang pertama di Pulau Jawa. Karena langkanya tanaman ini sehingga membuat minuman ini sulit ditemukan. Dan yang membuat istimewa dari minuman ini adalah karena rasanya yang unik dari soda pada umumnya.

Di masa lalu hingga akhir tahun 70an, sarsaparilla menjadi minuman favorit kaum bangsawan di kota gudeg. Hanya orang kelas tertentu saja yang dapat meneguk semriwingnya minuman berkarbonasi ini. Namun
seiring berjalannya waktu, belakangan limun tradisional seolah kalah pamor dengan hadirnya beragam  jenis minuman cola yang dikenam lebih modern. sehingga mulai ditinggalkan dan sulit dijumpai lagi. Merk yang sering beredar sekarang diantaranya Indo Saparila dan Ay Hwa.

Harga Saparella umumnya ditentukan dari beberapa hal, pertama beli dimana dan yang kedua botol akan dikembalikan atau tidak. Jika botol cola Jawa ini dikembalikan maka Anda akan mendapatkan potongan harga yang cukup lumayan. Namun jika Anda mebelinya di cafe atau toko ternama, tentunya akan mendapati harga yang sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan saparella yang dijual di pinggiran jalan.

Botolnyapun dari dulu hingga sekarang tidak ada yang berubah,hanya seperti itu-itu saja. Tutupnya dibuat dari kayu dan diberi pengait. Label dari minuman inipun juga lain dari pada yang lain semuanya dibuat dengan sederhana berupa foto kopian dan memakai kertas yang berwarna kuning atau oranye.

Gimana, mau nyobain untuk pertama kali atau justru mau nostalgia nih ? Dijamin halal kok.

Photo © somebalitolove