Jadah Manten, Si Cantik yang Sayang untuk Diicip

Jogjania | 03 Agustus 2017 | #Kuliner

Jadah manten. Keren ya namanya. Konon jajanan ini adalah cemilan kegemaran Sultan Hamengkubuwono VII. Dahulu makanan tradisional ini bersifat rahasia dan hanya pihak Keraton Kasultanan Jogja yang boleh menyantapnya. Sri Sultan HB VII pun menggemarinya karena rasanya yang nikmat dan mencitrakan rasa bangsawan. Namun sekarang kudapan ini sudah bisa dinikmati siapa saja dari kalangan manapun sehingga menjadi makanan khas Jogja.

MENGAPA DISEBUT JADAH MANTEN?

Biasanya jajanan ini menjadi bagian dari barang seserahan pengantin pria saat bertemu dengan pengantin wanita. Ini dimaksudkan agar kedua pengantin menjadi lengket seperti halnya sifat dari jadah yang jika dipegang akan menempel di tangan.

Bahan isinya ketan, santan, dan ayam lalu dibungkus kulit dadar, dilipat dan dijepit dengan tangkai bambu. Pada ujung tangkai itu dikunci menggunakan potongan kacang panjang atau buncis. Kemudian kulit dasarnya dibakar sehingga menimbulkan aroma yang nikmat dengan tampilan memikat.

Wah, jaman dulu aja penyajian makanan sudah dipikirkan dengan baik ya.

Foto :@nurfiafiana