Ngaku Pecinta Bakso ? Kalian Kudu Ngicipin Bakso-Bakso Ini

Jogjania | 07 Januari 2016 | #Kuliner

Siapa yang tak kenal bakso ? Bakso merupakan salah satu kuliner khas indonesia yang banyak digemari oleh segala usia dari anak-anak sampai orang tua. Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang lazim ditemukan pada masakan Indonesia. Umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur dan ditaburi bawang goreng dan seledri dengan kuah melimpah. Kini bakso dikembangkan dengan berbagain varian yang juga digemari dengan banyak orang yaitu mie ayam yang disebut mie ayam bakso. Ada juga yang dicampur dengan soto dan menjadi bakso soto.

Bakso Pak Narto

Warung makan Bakso Pak Narto memiliki sekitar 6 cabang di Jogja dan terletak di tempat strategis di area Yogyakarta. Bakso yang punya slogan "Kami ada dan berkembang karena anda" ini memang sudah banyak penggemarnya sejak dulu. Rasa kuah baksonya sangat gurih dan nikmat sekali, kuah kaldunya pas, tidak terlalu gurih dan asin. Harga yang di banderol oleh Warung Bakso Pak Narto ini juga terbilang tidak mahal dan pas dikantong mahasiswa.

Bakso Kuning Gading, Kotabaru

Nah, sebagai orang yang mengaku pecinta bakso rasanya belum lengkap kalau belum mencicip Bakso Kuning Gading yang terletak di Jl. Abu Bakar Ali, Kotabaru, Jogja ini. Setiap butir baksonya benar-benar dibuat dari bahan yang didominasi dari daging sapi. Teksturnya yang sedikit berserat benar-benar lezat, belum lagi kuahnya yang gurih namun bening dan ringan, benar-benar mamanjakan lidah. Soal penyajian, warung ini memberi tiga pilihan "toping" yaitu bakso ayam (disajikan dengan suwiran ayam), Bakso Babat (disajikan dengan potongan babat), dan Bakso Campur.

Bakso Bethesda (luar pagar RS. Bethesda)

Bakso ini berada tepat di jalan Yohanes Nurhadi, depan RS Bethesda dan berhadapan dengan ruang pasien kelas VIP. Sedangkan warungnya sendiri sama seperti warung-warung bakso pada umumnya. Rasanya memang lezat, karena daging yang digunakan hanya bagian silap kumol (sampil paha belakang) dan perbandingan antara daging dan bumbunya 1 : 1, sehingga terasa liat, kenyal dan tidak alot. Satu porsi bakso berisi tiga buah bakso, mie kuning dan bakso goreng. Ukuran baksonya tidak terlalu besar, tapi rasa baksonya memang enak sekali.

Bakso Tengkleng Mas Bambang, Monjali

Kuliner bakso di Jogja mulai diramaikan dengan kehadiran bakso ala Wonogiri namanya Bakso Tengkleng Mas Bambang. Lokasi warung bakso tengkleng sendiri sepertinya sudah banyak tersebar dimana mana, salah satunya di Jl. Monjali 80 samping pom bensin, Yogyakarta. Dengan menu unggulan BAKSO TENGKLENG dan ada juga menu MISOKLENG = Mie Ayam Bakso Tengkleng. Bakso Tengkleng Mas Bambang menjamin kalau olahan baksonya halal dan komposisi baksonya memliki perbandingan 10 kg daging :0,5 kg tepung. BAKSO ITU DAGING!!

Bakso Urat Arema, Jalan Cik Di Tiro

Bakso ini lebih dikenal dengan bakso arema cik ditiro atau Bakso arema Soringin. Kenapa soringin? karena lokasinya memang berada persis di bawah pohon beringin yang cukup besar.Setiap hari warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Siap-siap antri kalau mau makan di tempat ini. Selain warung tendanya yang cukup kecil, space untuk lesehannya juga terbatas.Sajian baksonya terdiri dari 2 gelinding bakso daging sapi, 1 bakso urat, 1 bakso goreng dan 1 pangsit goreng serta dengan tambahan mie kuning.

Bakso Pak Kintel

Bakso Pak Kintel sudah punya nama besar di Jogja karena sudah berjualan sejak lama. Lokasinya ada di dua tempat, satu di depan McD Sudirman dan satu lagi di fly over Janti.Yang menjadi perbedaan di Bakso Pak Kintel dengan bakso lainnya adalah karena disini menggunakan paru dan tetelan. Tetelan sendiri bagi beberapa orang terasa gurih dan nikmat, namun bagi beberapa yang lain justru mengganggu karena berkat tetelan kuah bakso menjadi sangat lengket dan berlemak. Satu porsi bakso Kintel lengkap ini berisi dua bakso urat, tetelan daging sapi, dan tentu saja paru goreng yang diiris-iris.